1. Characters

Lucas Hasibuan

Lucas Hasibuan sejak kecil selalu merasa dirinya tidak pernah benar-benar berada di tempat yang sama dengan orang lain. Bukan karena ia tidak mau, tapi karena rasanya selalu ada jarak yang tak terlihat. Ia anak tunggal, tumbuh di rumah yang sepi. Kedua orang tuanya bekerja hampir sepanjang waktu. Mereka tidak kejam, hanya terlalu sibuk. Lucas belajar cepat bahwa kesepian adalah kondisi normal, sesuatu yang harus diterima, bukan dilawan.

Tanpa saudara dan tanpa banyak teman, Lucas mengisi harinya dengan hal-hal yang dianggap aneh oleh lingkungannya. Ia menyukai budaya Jepang, animasi, musik, dan cerita tentang tokoh-tokoh yang hidup di pinggiran dunia. Ia tenggelam dalam detail, membaca dan menonton dengan intensitas yang sulit dipahami orang lain. Ia menjadi anak yang nerdy, pendiam, dan menarik diri, lebih nyaman menjadi pengamat daripada peserta.

Internet kemudian datang sebagai pintu keluar. Di sana, Lucas tidak perlu menjelaskan siapa dirinya. Ia bisa hadir tanpa harus terlihat sepenuhnya. Dari satu komunitas ke komunitas lain, ia menemukan sesuatu yang selama ini hilang dari hidupnya: perhatian. Ia belajar bahwa di dunia maya, perhatian bisa diciptakan, dibentuk, bahkan dimanipulasi.

Saat menemukan dunia vtuber, Lucas merasa seperti menemukan jawaban dari rasa kosong yang ia bawa sejak kecil. Ia menyadari bahwa avatar perempuan selalu mendapatkan lebih banyak sapaan, lebih banyak dukungan, lebih banyak suara yang mau mendengar. Maka ia menciptakan satu. Di balik layar, ia tetap Lucas yang pendiam dan tertutup. Di layar, ia menjadi sosok perempuan virtual yang ceria, ramah, dan disukai banyak orang. Untuk pertama kalinya, ia merasa dilihat.

Seiring waktu, dunia luar semakin terasa asing. Lucas jarang keluar rumah, mengurung diri, dan menjadikan livestream sebagai rutinitas harian. Interaksi nyata terasa berat dan canggung. Hubungannya dengan orang tua semakin renggang. Jarak emosional yang sudah ada sejak kecil berubah menjadi rasa kesal. Setiap percakapan terasa seperti kewajiban yang mengganggu, mengingatkannya pada tahun-tahun di mana ia merasa sendirian tanpa pernah benar-benar ditemani.

Kesendirian membentuknya menjadi seseorang yang tahan hidup sendiri. Ia belajar membaca situasi, mengamati tanpa terlibat, dan bergerak tanpa menarik perhatian. Sifat-sifat itu kelak menjadikannya seorang ranger yang efektif. Lucas bukan petarung yang bersinar di tengah keramaian, melainkan sosok yang bekerja dari bayangan, nyaman di batas antara hadir dan menghilang, antara identitas nyata dan yang ia tampilkan.

Namun di balik kemampuan itu, Lucas tetap membawa luka yang sama. Ia ingin diperhatikan bukan karena avatar yang ia kenakan, bukan karena karakter yang ia mainkan, tetapi karena dirinya sendiri. Perjalanannya sebagai ranger mungkin akan membawanya jauh dari layar dan kesendirian, dan di sana, di dunia yang lebih nyata dan berbahaya, ia mungkin akhirnya belajar bagaimana rasanya terhubung tanpa harus bersembunyi.

Kanka is built by just the two of us. Support our quest and enjoy an ad-free experience for less than the cost of a fancy coffee. Become a member.